Dec 05 2013

Cerdas Memilih Obat Batuk

Published by at 10:43 under Informasi Obat

Solo, 5 Desember 2013

Dear sahabat Wisnu. Bagaimana kabar kalian, semoga selalu sehat.

Penulisan kali ini, Wisnu akan membahas mengenai obat batuk. Sahabat Wisnu pernah batuk kan? Uhuk uhuk……. Jika belum, berarti kamu bener bener wow

 

Batuk itu apa  sich ?

 

 

 

Batuk merupakan refleks alami tubuh ketika ada iritan (misalnya debu, asap, dan sebagainya) masuk ke saluran nafas. Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk menjaga jalan pernafasan agar tetap bersih. Batuk juga biasanya juga menyertai gejala adanya infeksi saluran pernafasan atas. Batuk ditandai dengan pengeluaran udara yang kuat dari saluran pernafasan, kadang dapat disertai dengan dahak, serta adanya sakit dan gatal di tenggorokan.

 

 Apa saja penyebab batuk?

 

Batuk dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

a. Infeksi

Contohnya adalah penyakit TBC (tuberkulosis) yang ditandai dengan adanya batuk batuk disertai dahak. TBC disebabkan oleh infeksi dari bakteri.

b. Iritan

Seperti telah disebutkan di awal, contoh iritan misalnya debu, asap dari rokok, kendaraan bermotor, ataupun pembakaran sampah, ataupun cairan dan makanan yang tidak sengaja masuk ke saluran nafas (tersedak)

 Kenali jenis batukmu 

Batuk ada dua jenis, yaitu batuk kering dan batuk berdahak.  Batuk kering juga bisa disebut batuk non produktif, sedangkan batuk berdahak disebut sebagai batuk yang produktif (karena ada produksi dahak). Jenis batuk ini penting untuk menentukan obat yang tepat. Batuk kering karena tidak terdapat dahak, maka tidak memerlukan obat obat untuk mengeluarkan dahak ataupun mengencerkan dahak. Batuk kering justru memerlukan obat yang mampu menekan batuk.

 

Ok, langsung saja . Walaupun sebenarnya batuk merupakan respon alami tubuh dalam menjaga saluran nafas, tetapi kadang dirasakan sangat mengganggu, sehingga memerlukan pengobatan. Banyak produk obat batuk di pasaran dengan komposisi yang beragam, yang kadang membuat bingung dalam memilih. Iklan di televisi pun juga sekarang membedakan pengobatan batuk berdasarkan jenis batuknya.


Jenis obat batuk:

Obat batuk berdasarkan fungsi kerjanya dibedakan menjadi 3 yaitu:

1. Ekspektoran dan Mukolitik

Obat batuk jenis ini keduanya berfungsi untuk membantu mengeluarkan dahak. Jika dahak terasa kental sehingga sulit dikeluarkan, maka dapat menggunakan mukolitik saja . Kadang ada obat batuk yang menggunakan kombinasi keduanya untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak.

 Sebenarnya jika kamu bisa mengeluarkan dahak, maka obat ini tidak diminum gak papa. Tetapi perlu diingat, bahwa batuk disertai dahak biasanya terkait dengan infeksi. Jadi kamu lebih baik fokus minum obat untuk mengatasi sumber infeksi tersebut

Contoh ekspektoran misalnya gliseril guaikolat (biasa disingkat GG atau guaiphenesin), amonium klorida,OBH . Contoh mukolitik misalnya bromheksin HCl

 

2. Antitusif

 

Obat batuk jenis ini difokuskan untuk menekan batuk, sehingga hanya digunakan jika batukmu tdak berdahak. 

Contoh antitusif misalnya dekstrometorfan HBr, noskapin, kodein (dosis kecil)

Perlu diketahui bahwa dekstrometrorfan sering disalahgunakan untuk dioplos ataupun digunakan dosis besar dalam rangka mendapatkan fly / seperti mabuk. Acara investigasi di TV pun sering mengupas mengenai penyalahgunaan pil dekstro ini ( Hmm.. aku jadi tertarik ingin menulis ini di kesempatan berikutnya hehehe).

 

Kadang batuk juga disertai dengan rasa gatal di tenggorokan, sehingga penderita berdehem terus. Hal ini jelas mengganggu. Oleh sebab itu, ada obat batuk yang dikombinasikan dengan antihistamin (untuk mengatas rasa gatal). Contoh antihistamin yang biasa dkombinasikan di obat batuk adalah doksilamin dan difenhidramin.

 

Nah, bagaimana? Mudah bukan dalam memilih obat batuk. Jadilah konsumen yang cerdas, dan tidak perlu meminum obat yang sebenarnya kurang pas dengan gejala Anda. Kenali nama obat yang ada di kemasan.

Yang terpenting adalah meminum obat batuk tadi sesuai aturan yang ada di kemasan, serta hindari faktor faktor yang memicu batuk ( gorengan, udara malam, debu, asap, dan lain sebagainya) 

 

Kapan harus ke dokter?

Segera ke dokter jika terjadi hal hal berikut:

-Jika batuk tidak sembuh lebih dari 3 hari

-Bila batuk disertai dengan nafas cepat dan sesak


Semoga tulisan yang singkat ( singkat ???? ^0^) ini bisa bermanfaat. Tulisan ini berlaku hanya jika kamu gejalanya batuk saja. Jika ada gejala lain misal demam ataupun flu maka sebaiknya melihat komponen obat di dalam kemasan. Demam biasa diatasi dengan parasetamol, sedangkan flu biasanya diberikan pseudoefedrin ataupun fenilpropanolamin.

Jika kamu hanya hidung mampet saja, maka lebih baik menggunakan mentol untuk dihirup uapnya
Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan memberi komentar

Salam sehat


Wisnu

 

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply